Indonesia beberapa tahun terakhir telah banyak melahirkan startup dari berbagai layanan. Kemunculan startup seperti Gojek, Traveloka, dan Tokopedia membuat generasi khususnya anak-anak muda di Indonesia juga ingin mendirikan startup. Hal ini membuat Indonesia digadang-gadang dalam 5-10 tahun mendatang akan merajai ekonomi digital di Asia Tenggara, bahkan di Asia. Hal tersebut bukan isapan jempol belaka jika kita lihat mengenai kemunculan berbagai startup yan ada di Indonesia.

Pada Selasa, 8 Mei 2018, Travelio sebuah startup penyewaan apartemen dan rumah telah mengumumkan bahwa mereka telah meraih pendanaan Seri A sebesar US$ 4 juta atau sekitar Rp 56 Miliar. Dana segar ini berasal dari Vynn Capital, perusahaan modal venture (VC) dari Kuala Lumpur, Malaysia.

Selain itu pendanaan ini juga diikuti oleh beberapa venture capital lainnya seperti Insignia Venture Partners, Fenox Venture Capital, Indogen Capital, dan Stellar Capital.

Pendanaan Seri A akan digunakan untuk mengembangkan teknologi dan jumlah inventori penginapan. Hal ini seperti yang diungkapkan oleh Christina Suriadjaja selaku Co-Founder dan Chief Strategy Officer Travelio “Dana ini akan digunakan untuk pengembangan teknologi dan menambah jumlah inventori penginapan di platform.”

Christina juga menambahkan bahwa saat ini Travelio akan fokus untuk mengembangkan pasar di Indonesia, namun di saat yang sama, Travelio juga berencana untuk hadir di negara tetangga.

Hingga saat ini di Travelio telah ada empat ribu penginapan yang bisa disewa di platformnya. Pemesanan di Travelio sekitar 70 persennya berasal dari pengguna lokal dan sisanya adalah pengguna dari luar Indonesia.

Selain penyewaan apartemen dan rumah,  layanan yang dihadirkan Travelio di antaranya adalah seperti layanan manajemen properti, membantu perbaikan, dan pembersihan.