Sociolla startup e-commerce kecantikan di Indonesia mengumumkan bahwa mereka baru saja mendapat suntikan dana sebesar 169 Miliar rupiah dari sejumlah investor yang dipimpin oleh EV Growth. EV Growth merupakan modal ventura yang didirikan oleh East Ventures, Sinar Mas Digital Ventures dan Yahoo Jepang YJ Capital.

Sociolla didirikan sejak tahun 2015 dan mereka mengklaim lebih dari 12 juta pengguna unik mengunjungi situsnya di tahun 2017.

Suntikan dana terbaru dari EV Growth, menurut Sociolla akan digunakan untuk mengembangkan platform terbarunya bernama SOCO. Platform ini akan mengintegrasikan Sociolla dengan Beauty Journal guna memberikan pengalaman yang lebih optimal, relevan, dan personal kepada penggunanya.

“SOCO adalah kependekan dari Sociolla Connect dan merupakan platform sosial yang melengkapi misi Sociolla untuk membantu membentuk masa depan industri kecantikan melalui teknologi. Kami percaya bahwa kehadiran SOCO akan melengkapi dua platform kecantikan yang sudah ada dengan menghubungkan tiga pilar fokus Sociolla yaitu Konten, Perdagangan, dan Komunitas dan menciptakan ekosistem kecantikan yang berkelanjutan dan terintegrasi di era digital ini,” jelas Chrisanti Indiana selaku Co- Founder Sociolla.

Pendanaan dari EV Growth bukanlah yang pertama kalinya. Pada 2015, EV Growth juga pernah menggelontorkan dana untuk mendukung Sociolla. Bentuk dukungan ini berharap bisa membantu perkembangan Sociolla di Indonesia.

“EV telah mendukung Sociolla sejak 2015 melalui seed funding dan kami melihat kemampuan serta kesiapan Sociolla untuk memenangkan kategori beauty tech di Indonesia. Melalui pendanaan tambahan ini, kami ingin mengukuhkan posisi Sociolla sebagai leading beauty tech company di Indonesia dan ditambah dengan dukungan kerjasama strategis bersama pemain global, istyle,” tkata Wilsan Cuaca selaku partner EV Growth dalam press release-nya.

Penerimaan dana tersebut selain untuk mengembangkan Sociolla, juga akan digunakan sebagai biaya pemasaran. Mereka berencana kerjasama dengan merek kecantikan populer dari luar negeri yang tertarik masuk ke pasar Indonesia.