Aplikasi Matakota Besutan Arek Suroboyo ini kembali memperoleh gelar juara I di ajang kompetisi startup YTech 2018 di Jakarta. Dengan prestasi ini membuat Matakota mendapatkan tiket untuk melaju ke Silicon Valley.

Program ini diselenggarakan atas kerja sama kedutaan Besar Amerika Serikat dan Teknopreneur Indonesia.

“Dalam pertimbangan juri, untuk mereka (Matakota), juri begitu suka dengan bisnis model dan visi-misi yang dijelaskan. Alasannya apa? Karena kami merasa yang sudah dikembangkan Matakota mampu memberikan dampak positif untuk Indonesia,” kata Senior Vice President East Ventures, Melisa Irene, sebagai salah satu juri di Jakarta, Kamis (17/5/2018).

Menurut Melisa, Matakota begitu aktif untuk menjalin kerja sama dengan berbagai lembaga di pemerintahan. Oleh sebab itu, membuat para juri sangat tertarik. Selain Matakota, para finalis yang mengikuti program ini ide-idenya juga sangat solutif.

Bahkan para foundernya bekerja full-time untuk mengembangkan startup-nya.

“Semua founder-nya bekerja secara full time. Ini menunjukan bahwa mereka sangat antusias,” ucap Melisa.

Matakota merupakan aplikasi yang memberikan solusi pemenuhan kebutuhan untuk hidup aman dan nyaman. Startup ini akan memberikan update mengenai info lalu lintas, kriminal, kecelakaan, bencana alam, bahkan hingga perlindungan dan peran sosial secara faktual.

Menurut Erick Karya, Founder Matakota, lolosnya Matakota dalam Program YTech ini akan menjadi modal yang cukup besar dan ke depannya Matakota akan terus dikembangkan. Ia juga yakin dengan konsep Matakota, akan mendapatkan dampak yang baik bagi masyarakat.

Program YTech menurut Duta Besar Amerika Serikat, Joseph R. Donovan Jr., akan membantu dan mempromosikan kemitraan Indonesia dengan Amerika di bidang perkembangan teknologi.

“YTech membantu kita untuk bisa saling berbagi gagasan dan penerapan teknologi. Namun terutama sekali, program ini sangat membantu untuk mempromosikan kemitraan Indonesia dengan Amerika,” tuturnya.