Startup fintech di Indonesia akhir-akhir ini jumlahya memang terus meningkat. Bahkan lebih dari setengah startup yang baru lahir di Indonesia adalah startup dengan kategori fintech atau financial technology.

Indonesia memang sangat menggiurkan untuk dijadikan pasar startup fintech. Dengan jumlah penggun internet di Indonesia pada tahun 2017 mencapai 143,27 juta jiwa (APJII), membuat startup terus bermunculan.

Dengan banyaknya startup yang lahir di Indonesia, banyak pula startup yang tumbang di tengah jalan. Hal ini tak lain adalah kurangnya modal, inovasi, dan strategi branding maupun pemasaran. Faktor lain adalah tidak mampu bersaing dengan startu serupa yang sudah ada.

Contoh startup yang berhasil kita bisa berkaca pada 4 startup unicorn di Indonesia. Namun di balik pencapaian tersebut, ada ratusan startup di Indonesia yang gagal bertahan dan bahkan gulung tikar.

Oleh karena itu, startup harus bisa melakukan inovasi terus menerus jika tidak ingin tumban. Karena salah satu kunci kesuksesan startup adalah inovasi. Namun inovasi harus dilakukan dengan matang, tidak perlu asal-asalan.

Hal ini juga dilakukan oleh Akulaku. Startup fintech yang satu ini dari awal kemunculannya pada tahun 2016 memiliki layanan kredit online. Namun seiring berjalannya waktu, Akulaku kini menggebrak dengan menghadirkan fitur kredit offline.

Seperti yang telah kita tahu bahwa Akulaku adalah aplikasi kredit virtual tebesar di pasar Asia Tenggara. Fitur terbaru dari Akulaku adalah kredit offline. Jadi pengguna dapat melakukan pembayaran saat berbelanja di toko-toko yang memasang tanda Akulaku.

Hingga saat ini, merchant yang telah bekerjasama dengan Akulaku di Jabodeabek mencapai 20,000 merchant. Dengan adanya fitur terbaru, pengguna tidak perlu membawa uang cash. Pengguna ketika membayar cukup dengan scan barcode di toko dengan menggunakan ponselnya.

Inovasi terbaru dari Akulaku ini juga merupakan untuk mendukung dan mewujdukan masyarakat cashless (cashless society) di seluruh dunia. Selain itu juga untuk mendukung inklusi keuangan yang ditargetkan oleh Otoritas Jasa keuangan (OJK).

“Dengan Akulaku kredit, pengguna dapat membeli makanan, minuman atau berbelanja barang-barang lain di toko yang memasang tanda Akulaku serta membayar pada bulan berikutnya tanpa dikenakan bunga apapun” ungkap Martha Adlina, Komisaris Akulaku Indonesia┬ápada konferensi pers yang diadakan di Suasana Restaurant, Kuningan, Jakarta (06/11/2018).

Martha Adlina saat konferensi pers di Suasana Restaurant, Jakarta
Martha Adlina saat konferensi pers di Suasana Restaurant, Jakarta (06/11) | Robit Mikrojul Huda

Menurut Martha, hadirnya fitur kredit offline dari Akulaku juga untuk memberikan masyarakat akses pembiayaan dengan kredit yang lebih mudah. Akulaku sebagai salah satu pioner kredit virtual di Indonesia ingin menjadi bagian dari masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-harinya.

“Fitur kredit offline ini diharapkan dapat membantu masyarakat saat berbelanja tanpa kartu kredit di toko offline yang telah bekerjasama dengan Akulaku” lanjut Martha.

Sebenarnya fitur kredit offline dari Akulaku telah diluncurkan pada bulan Agustus 2018 lalu. Selama tiga bulan berjalan, Akulaku mampu menggaet merchant sebanyak 20 ribu di seluruh Jabodetabek.

Merchant-merchant yang sudah bekerjasama dengan Akulaku meliputi toko kelontong, tempat makan atau kafe, dan lain sebagainya. Bahkan menurut Martha, ke depannya fiur kredit offline akan memperluas jangkauannya tidak hanya di Jabodetabek saja, akan tetapi akan melebarkan sayapnya di seluruh Pulau Jawa di akhir tahun ini.

Konferensi Pers Akulaku Hadirkan Kredit Offline (06/11) | Robit Mikrojul Huda
Konferensi Pers Akulaku Hadirkan Kredit Offline (06/11) Suasana Restaurant, Jakarta | Robit Mikrojul Huda

Cara kerja yang mudah dan simpel seperti ini akan sangat membantu masyarakat yang ingin menggunakan Akulaku. Para pengguna sebelum menggunakan fitur Kedit Offline akan diberikan kredit online terlebih dahulu.

Jadi pengguna dapat mengajukan kredit di aplikasi Akulaku dan akan mendapatkan plafon limit kredit mulai dari 3 juta hingga 20 juta. Limit yang didapatkan, bisa digunakan oleh pengguna untuk kredit barang di aplikasi Akulaku maupun e-commerce yang bekerjasama dengan Akulaku dan bisa dibayar degan pembayaran 1,2,3,6,9 hingga 12 bulan.

Kabar paling menyenangkan lagi adalah, untuk menyambut peluncuran fiur terbaru dari Akulaku, yakni Kredit Offline, pengguna bisa mendapatkan promo diskon sebesar 50% saat bertransaksi di warung maupun toko yang telah bekerjasama dengan AKulaku. Promo yang diberikan oleh Akulaku hingga akhir Desember 2018 dan bisa digunakan untuk transaksi tanpa batas.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Startup Daily (@startupdaily.id) on

Dengan inovasi terbaru dari Akulaku akan membuat startup fintech di Indonesia akan lebih menarik lagi. Tunggu saja gerbrakan-gebrakan baru mengenai startup fintech di Indnesia.